Tuesday, 3 January 2012

~#kenapa aku diuji?~#

Lama ku bersujud. Seusai memberi salam, bersimpuh lemah di hadapanNya.

Dan di saat menadah tangan di hadapanNya, ku hamburkan segala tangisan dan jeritan ini. Menangis semahu-mahunya. Allahu..menangis lagi…

Biarlah. Tangisan ini tidak hina di mata-Nya.

Mungkin jika menangis di hadapan manusia bisa mencebik dan bosan untuk mendengar tangisan dan jeritan ini, tetapi ku yakini Tuhanku tidak seperti itu. Malah DIA sentiasa ada untukku. Dan untuk semua makhlukNya.

DIA setia mendengar keluh kesah setiap jiwa. Dia setia mendengar rintihan dan rayuan hamba-hambaNya. Dia sentiasa setia berada di sisi setiap hamba. Meskipun setiap jiwa belum tentu dapat setia kepada-Nya.

“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku” (Yusuf:86)

“Tuhan, lihatlah hambaMu ini. Pandanglah wajah hamba ini. Yang lemah, longlai. Tidak punya apa-apa, tidak miliki apapun. Semuanya Engkau yang punya.

Tuhan…Jika sakit ini lebih Kau sukai ia berada bersamaku, maka Kau tenangkanlah rasa hati yang gundah dan gelisah ini.


Jika sakit ini merupakan suatu yang bisa menggugurkan dosa-dosa, jadikanlah daku bersyukur dengan ujian ini kerana Engkau hendak membersihkan sgala dosa noda, semoga dibersihkan segala dosaku dengan sebersih-bersihnya.

Jika sakit ini merupakan suatu pengujian tingkat martabat iman di sisiMu, maka pilihlah daku untuk termasuk di kalangan orang-orang yang bersabar menerima semua ini. Dengan lirih hati, dengan rendah diri terimalah hambaMu hina ini…Allahumma amin…”

Diaminkan doa itu bersama raupan tangisan air jernih yang tidak henti-henti mengalir.

Pasrah. Perkataan itu yang dapat dirasai setelah memberitahu segala-galanya pada DIA.

Ku ambil kitab-Nya, belek semula ayat yang ukhti pesan tadi. Berkali-kali ku istighfar, berzikir dan akhirnya membaca ayat terakhir surah al-Baqarah itu, cuba mencari kekuatan di balik sepotong ayat tersebut.


“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa dan tersalah. Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangalah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami, Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir’.” (AL-Baqarah:286)


Allahurabbi…
Tuhan..Mendengar ayat-ayatMu, terasa sejuknya menyirami tangkai hati. Seakan seperti titis embun selepas hujan yang dingin menitis ke bumi. Seakan-akan Engkau sedang bercakap dengan hati. Seakan-akan Engkau sedang berkomunikasi dengan jiwa ini. Seakan-akan Engkau sedang menyampaikan pesan kepada diri.


Membaca ayat-ayatMu, memberikan suatu ketenangan yang tidak dapat ditafsir dengan kata-kata, tiap bait patah kalam-Mu yang terukir, tidak akan mampu dan terbanding dengan bahasa apapun, dengan kalam apapun yang manusia ingin ciptakan. Tidak mungkin akan sama. Tidak mungkin akan tertanding. Subhanallah…

Ya. DIA-lah ILLAH segala Illah. DIA-lah Tuhan segala tuhan. Pemilik jiwa dan rasa. Maha Agung, Maha Suci lagi Maha Tinggi. Allahuakbar…

Ku yakini, setiap penyakit pasti ada penawarnya. Ku tidak ingin berputus asa dari rahmatMu Tuhan. Ku akan terus berusaha dan berusaha untuk sembuh dan pulih seperti biasa. Juga tidak akan jemu untuk bersujud meminta. Terus berdoa dan berdoa memohon belas kasihMu.

Ya Allah! Aku milikmu…jiwaku, tubuhku, hatiku, semuanya Engkau yang punya.. Engkau yang berhak ke atasku.. samaada untuk memuliakan, ataupn menghina, samada ingin menghidupkan atau mematikan…

Tuhan, Aku milikmu, padaMu jua ku kembali… Semoga kembaliku kepadaMu dengan qalbun salim, dan Engkau redha kepadaku…”

“Orang-orang sabar iaitu orang-orang yang apabila mereka ditimpa musibah mereka mengatakan “innalillahi wa inna ilaihi rajiun” (Al-Baqarah:156)

No comments:

Post a Comment